Skip to main content

Mengaji bareng ustadz: Masalah Hati

Setelah sekian lama, akhirnya aku mendapatkan taufiq untuk meng-edit catatan ceramah ini, meskipun awalnya aku ingin menambahkannya dari sumber lain, tetapi setelah aku membaca isi catatan ini sepertinya cukup baik untuk di-publish dengan hanya sedikit peng-edit-an. Dan kali ini yang kucatat adalah lebih kepada masalah hati.


  • Setiap manusia sebenarnya memiliki potensi fujuraha (merusak) dan takwaha (positif). Oleh sebab itu sungguh beruntung orang-orang yang membersihkan jiwanya. 
  • Kita perlu berhati-hati dengan hati kita sendiri. Dan sebenarnya persoalan bangsa kembali kepada persoalan hati. 
  • Namun ternyata, persoalan yang paling sulit adalah kembali kepada hati. Dalam hal ini ada tiga pembagian hati yang harus kita hindari:  A. Hati yang tertutup: orang yang demikian, suka menyusahkan orang lain (semoga kita jauh dari hati yang seperti ini). B. Hati yang penuh dengan karat karena pemiliknya suka membuat dosa dan maksiat (semoga kita juga jauh dari hati yang seperti ini). C. Hati yang sakit: memiliki sifat: kesombongan yang ditandai dengan suka menolak kebenaran dan suka merendahkan orang lain, keserakahan (contoh korupsi) dan kedengkian (semoga kita jauh dari hati yang seperti ini).
  • Lalu, bagaimana memanajemen hati? Dalam hal ini hanya Allah yang dapat memberi hidayah, seperti dijelaskan dalam Q.S.Al-Qashah 56. Tetapi, kita bisa berdoa
  • Beberapa cara untuk terapi hati: Tinggalkan hal-hal yang buruk dan ganti dengan hal-hal yang mengandung kebaikan, mencari guru-guru untuk belajar agama, banyak berzikir, dan banyak menyebut nama Allah: Orang yang sedang berzikir sebenarnya orang itu juga sedang menjaga hatinya .
  • Imam Al-Jauzi, Carilah hatimu di tiga tempat: 1. Ketika membaca Al-Quran, 2. Ketika berzikir kepada Allah, dan 3. Ketika menyaksikan kematian. Jika tidak ada, maka berdoalah kepada Allah karena itu artinya kita belum memiliki hati.
  • Dalam hal ini ada 7 sunnah: Qiyamul Lail, Shalat berjamaah, sedekah, Shalat dhuha, istighfar, membaca Al-Quran, dan wudhu.
  • Jika ada persoalan maka sebaiknya kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Jika ada perpecahan maka kembali ke dua hal tersebut.
                                                                                                                           Mesjid Aljihad Medan,
                                                                                                                                (02 April 2017)

Comments