Skip to main content

Study Tour di Taiwan (Bersyukur Dalam Tindakan)

Melanjutkan tulisan saya tentang beberapa hal yang saya pelajari dari orang-orang Taiwan, berikut akan saya ceritakan hal-hal lain yang saya dapati dari pengalaman saya tersebut.

2. Bersyukur Dalam Tindakan. Luas negara Taiwan keseluruhannya sedikit lebih kecil daripada luas Sumatera Utara, tetapi mereka lebih makmur dan dapat memanfaatkan area yang sangat kecil sekalipun untuk sesuatu yang bermanfaat. Saya mengartikan hal tersebut sebagai rasa syukur. Mereka mensyukuri nikmat tersebut dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Beberapa contoh yang akan saya berikan:

  • Pada suatu kunjungan dari universitas saya ke suatu kegiatan agrikultur jahe di daerah Mioli dan juga perayaan pesta adat pernikahan suku Hakka, saya melihat bahwa walaupun daerah tersebut sebenarnya tidak begitu luas, tetapi mereka benar-benar bersyukur atas tanaman jahe mereka yang ada di situ dengan melakukan perayaan dan festival kecil-kecilan yang mengundang mahasiswa internasional. Festival itu tak lain tak bukan dilakukan untuk  memperkenalkan dan meningkatkan bisnis petani sekitar yang menjual jahenya dalam berbagai olahan. Ketika saya mengikuti kegiatan tersebut, atmosfer kegembiraan dan rasa bangga atas tanaman jahe tersebut sangat terasa. Saya, yang berada di daerah Sumatera Utara, merasa masih memiliki potensi untuk mengembangkan pertanian di negara kita karena meskipun petani di negeri saya sekarang sepertinya kurang mendapat penghargaan dan meskipun tanaman jahe di sini yang terasa biasa saja, tetapi masih ada kesempatan bagi negara kita untuk berbenah diri. Kita pasti bisa lebih dalam lagi menggali potensi di negeri kita, sehingga bisa lebih banyak jahe yang kita tanam dan lebih banyak bisnis yang bisa kita bangun.
Boneka jahe

Hasil jahe mereka yang sangat mereka syukuri

Bazar petani: kebanyakan menjual hasil jahe seperti minyak, permen, dan makanan jahe

Ikon daerah ini: Jahe!

Pernikahan adat suku Hakka dengan baju pengantin berwarna biru, para partisipan turut membantu membuat pagar dari kain berwarna ungu bunga-bunga (wrana ini juga berdasarkan adat suku Hakka), jadi berbeda dengan Hokkien yang memakai pakaian merah.


  • Serupa dengan Mioli, Tainan yang terletak di daerah pantai juga sangat mensyukuri pemberian garam dari Tuhan, mereka punya museum garam, gunung garam, tempat wisata garam, garam yang berwarna sebanyak 365 macam, bahkan es krim garam. Ini menjadi salah satu contoh yang baik bagi kita untuk kedepannya mengembangkan potensi garam di Indonesia.
Tempat wisata di daerah tambak garam

Es krim dan Gunung Garam buatan

Daerah tambak garam sebagai wisata edukasi tentang garam
  • Daerah di belakang universitas saya adalah sungai, tidak begitu besar sebenarnya. Namun demikian, sungai tersebut mereka sulap menjadi tempat rekreasi keluarga, universitas tempat saya menimba ilmu pun turut serta dalam memberdayakan sungai tersebut, pinggirannya ditanami rumput hijau dan pepohonan khas asia timur, juga berbagai bunga yang setiap musim akan bertukar, ada pula jembatan yang tiap malam akan bersinar terang, perahu yang disewakan dan orang-orang yang memancing. Pada Festival Perahu Naga, sungai ini juga dipilih sebagai tempat merayakannya. Pada malam hari, para keluarga atau kelompok mahasiswa akan bersantai di sungai tersebut, menikmati jajanan sekitar sungai dan alunan musik khas asia timur yang dimainkan dari tape atau bahkan seseorang yang memainkan saxophone. Lalu, hal serupa dapat juga kita terapkan untuk membangun Sungai Deli.
Jembatan saat malam hari

Jembatan di siang hari


Bunga di daerah pinggirann sungai
Satu hal yang perlu digarisbawahi, daerah-daerah itu sangat bersih: tidak ada sampah. Itu juga rasa syukur mereka terhadap pemberian Tuhan. 

Selain itu, mereka juga tidak suka membuang-buang makanan, jika mereka makan, makanan harus habis, jika tidak maka dikumpulkan di tempat sampah khusus makanan sisa untuk ternak. Aku pernah berkunjung ke rumah salah satu temanku, di rumahnya makanan tak boleh bersisa dan tak boleh ada yang bersisa. 

Siapkah kita yang menggunakan prinsip "Ketuhanan yang Maha Esa" sebagai dasar negara nomor satu untuk menjadi lebih baik dari mereka? Jawabannya harus: SIAP!

Comments